BKD Sragen Pastikan Tak Ada Kecurangan

SragenNEWS – Plt Kepala BKD Kabupaten Sragen, Tugiyono, memastikan pelaksanaan seleksi CPNS jalur tenaga honorer K2 transparan dan tanpa kecurangan. Tugiyono juga mengklaim sudah melaksanakan pengamanan sesuai prosedur.
“Soal datang Jumat (1/11/2013) sekitar 21.30 WIB diterima tim seleksi BKD Sragen dan diserahkan ke Pemkab Sragen. Pemilihan lokasi seleksi dibuat mengelompok untuk memudahkan koordinasi. Siap semua dari awal hingga pemusnahan naskah,” ungkap Tugiyono saat ditemui Solopos.com di Kantor BKD Sragen, Sabtu (2/11/2013).
Ihwal persiapan seleksi CPNS jalur tenaga honorer K2, panitia melibatkan SKPD lain untuk mengecek persiapan di lokasi seleksi. Pengecekan dilakukan Kabid Promosi Kesehatan DKK Sragen Fani Fandani dan Kepala Bagian Hukum Setda Sragen Juli Wantoro. Fani mengecek ruang ujian dan penempelan nomor ujian di SMKN 2 Sragen sedangkan Juli mengecek di SMAN 2 Sragen. Mereka mengatakan persiapan lokasi ujian mencapai 70 persen saat ditemui Solopos.com di Kantor BKD Sragen sekitar pukul 15.30 WIB.
“Meja sudah ditata dan penempelan nomor sedang proses. Meja lengkap per ruang. Penataan menunggu kegiatan siswa di kelas rampung. Kami sudah mengingatkan siswa tidak masuk ruang setelah ditata,” ungkap Fani.
Sementara itu, beberapa peserta seleksi CPNS jalur tenaga honorer K2 datang ke kantor BKD Kabupaten Sragen. Mereka melihat pengumuman yang ditempel di papan pengumuman di depan Aula Kantor BKD Sragen. Salah satunya Rani, salah seorang peserta seleksi. Dia mengecek alat apa yang harus dibawa saat ujian. “Saya ikut ujian dua kali dan kali pertama belum lolos. Saya mengecek pengumuman dan peralatan apa yang dibawa. Modal saya usaha dan berdoa,” tutur dia.
Sumber : Solopos.com

2.107 Tenaga Honorer Bertarung di Sragen

SragenNEWS – Seleksi pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jalur honorer kategori 2 (K2) tahun 2013 di Kabupaten Sragen, Minggu (3/11/2013) pukul 07.30 WIB. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sragen menyatakan persiapan naskah, lembar jawab, lokasi ujian, pengawas hingga pemusnahan naskah ujian rampung.
Seleksi diikuti 2.107 peserta. Mereka menempati 108 lokal di lima lokasi yakni SMPN 5 Sragen, SMPN 6 Sragen, SMAN 2 Sragen, SMAN 3 Sragen dan SMKN 2 Sragen. Masing-masing lokasi berisi 20 peserta. Penataan lokasi dan peserta ujian disesuaikan bidang seleksi peserta. Oleh karena itu BKD Sragen melibatkan 216 pengawas ruang. Masing-masing lokal diawasi dua pengawas ruang. Mereka guru-guru di lokasi seleksi.
Pantauan Solopos.com, tim monitoring Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah (Jateng), Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional (Kanreg) I Jogja, dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng meninjau lokasi penyimpanan naskah dan lembar jawab di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan lokasi seleksi, Sabtu (2/11/2013).
Lokasi penyimpanan naskah dan lembar jawab dijaga bergiliran dua anggota Polres Sragen, satu anggota Satpol PP, satu pegawai Inspektorat Kabupaten Sragen dan satu anggota Kesbangpolinmas Kabupaten Sragen. Pintu penyimpanan naskah dan lembar jawab digembok lapis tiga. Masing-masing kunci dibawa Plt. Kepala BKD Kabupaten Sragen Tugiyono, Polres Sragen dan Kepala Inspektorat Kabupaten Sragen Suharto. Dua perwakilan BKD Provinsi Jateng, Agil Joko Sarjono, dan Yusa Bramida dan satu orang perwakilan BKN Kanreg I Jogja Sukisno meninjau tempat penyimpanan naskah dan lembar jawab.
Mereka memeriksa lokasi secara terpisah. Mereka datang memantau persiapan, pelaksanaan hingga pemusnahan naskah ujian. Seperti disampaikan Agil. Dia mengatakan mendapat tugas memantau persiapan hingga pelaksanaan CPNS jalur tenaga honorer K2 di Sragen, Minggu.
Begitu pula perwakilan BKN Kanreg I Jogja, Sukisno. Dia memastikan persiapan hingga pelaksanaan sesuai standar operasional pelaksanaan (SOP). Dia juga menyoroti kesiapan Pemkab Sragen mengantisipasi kemungkinan praktik joki saat seleksi.
“Monitor penyelenggaraan tes CPNS K2 di Sragen. Saya monitor penyimpanan sampai pemusnahan. Mulai lokasi penyimpanan soal, lokasi tes, dan pelaksanaan sesuai SOP atau tidak. Soal joki, kemungkinan pasti ada dan harus diantisipasi. Panitia harus mencocokkan identitas, foto dengan teliti. Teknis di lapangan terserah panitia,” kata Sukisno
Sumber : Solopos.com