Ketua DPRD Sragen Gelontor Bantuan Di Desa Pilang

SragenNEWS – Ketua DPRD Sragen Periode 2009- 2014 Memberikan bantuan Kepada Warga Desa Pilang rt 12 , Masaran , Sragen.
Hal ini disampaikan dihadapan seluruh warga yang hadir dalam pertemuan rutin didesa tersebut dan disaksikan langsung oleh salah satu Calon Legislatif (Caleg) DPRD Propinsi Jawa Tengah , Untung Wibawa Sukowati.
Dengan Adanya Bantuan Tersebut, Diharapkan Pembangunan DiDesa pilang rt12, Masaran, Sragen Semakin Maju.
Slamet, Selaku Ketua Paguyuban DiDesa Tersebut mengakui, bahwa dengan adanya bantuan tersebut pembanguan tiang penerangan jalan yang beberapa waktu lalu sempat terhenti dikarenakan kurang nya kas desa, sekarang bisa melanjutkan proyek pembangunan tiang penerangan untuk warga pilang rt12, Masaran, Sragen. (Red)

Polisi Perketat Penjagaan Padepokan Bedowo Sragen

SragenNEWS – Pascapembakaran Padepokan Bumi Arum, Bedowo, Sragen, polisi ketat menggelar patrol di kawasan itu.
Kapolres Sragen, AKBP Dhani Hernando, Minggu (24/11/2013), mengatakan  pihaknya bakal meningkatkan pengawasan salah satunya dengan rutin menggelar patroli.
Ia juga mengimbau kepada warga sekitar padepokan agar tak mudah terprovokasi.
Salah satu ketua RT di Desa Bedowo, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, yang enggan disebutkan namanya, Minggu, mengatakan aksi yang dilakukan massa tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintah.
Pemerintah daerah dianggap kurang tegas dalam mengambil sikap dan tak mengakomodasi keinginan mereka dengan tidak segera merobohkan bangunan.
Ia juga menegaskan bahwa pelaku perusakan tersebut tidak dilakukan salah satu warga melainkan semua warga sehingga kalaupun ada penangkapan bukan menunjuk salah satu orang.
Sementara itu, pemilik padepokan Gus Anto, tak berada di lokasi kejadian hingga Minggu. Saat akan dimintai konfirmasi melalui salah satu pengikutnya, telepone selulernya di-nonaktifkan.
Berdasarkan pantauan Solopos.com, suasana padepokan pada Minggu pagi lebih kondusif. Memang tak ada penjagaan ketat dari aparat kepolisian.
Bahkan puluhan masyarakat yang berada dari luar desa nekad masuk ke padepokan meski sudah dipasang garis polisi. Pagar padepokan tersebut masih terlihat utuh.
Namun pendapa utama yang berada di dalam padepokan rusak parah. Atapnya ambruk karena tiang-tiangnya habis dilalap api. Sisa-sisa kebakaran dan kepulan asap juga masih terlihat hingga Minggu pagi.
Sementara itu, sejumlah pohon rindang di lokasi kejadian juga tak lepas dari amukan massa. Pepohonan yang ditanam di beberapa titik dekat pagar utama itu dipangkas hingga ujung batangnya.
Sumber : Solopos.com